Berita

post-img

The Padmayana Siap Serah Terima dan Terjual Habis Tahun 2020

21 December 2019 - Corporate

Jakarta, (21/12) –The Padmayana menyakini bahwa kebijakan pemerintah untukmenggairahkan pasar properti dengan melonggarkan aturan pajak penjualan atasbarang mewah (PPnBM) untuk hunian mewah menjadi “angin segar” bagi para pelakubisnis properti.

Dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) No.86/PMK.010/2019 tentang Jenis Barang Kena Pajak yang Tergolong Mewah SelainKendaraan Bermotor yang dikenai PpnBM berisikan bahwa kelompok hunian mewahseperti rumah mewah, apartemen, kondominium,town house, dan sejenisnya yang nilainya di bawah Rp30 miliar kinibebas dari pengenaan Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM). Ini berartipembeli properti di bawah harga Rp30 milar tidak dikenakan PPnBM sebesar 20persen dan hanya dikenakan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) sebesar 10 persen.

“Dengan dukungan kebijakan Pemerintah mengenaiPPnBM dan proyeksi ekonomi yang menunjukkan tren positif seperti terjadipeningkatan PDB, laju inflasi dapat ditekan, serta menguatnya nilai tukarrupiah terhadap dolar di tahun 2020, Adhi Persada Properti selakudeveloper menyakini bahwa akan terjadipeningkatandemand properti di tahun2020,” ungkap  Direktur Pemasaran Adhi Persada PropertiWahyuni Sutantri saat dijumpai dalam kegiatantopping offThe Padmayana di Jakarta, Sabtu (21/12/2019).

Optimis dengan iklim ekonomi yang menjanjikan ditahun depan,Project Director ThePadmayanaElvira Wigatimelihatbahwa tahun 2020 menjadi momen yang sangat dinantikan oleh timdeveloperdanjuga para pemilik unit The Padmayana.

Topping offThe Padmayana dilakukan pada akhir tahun 2019 sebagai tanda bahwamilestone proyek ini dapat berjalantepat pada waktuya. Ditargetkan proyek apartemen yang menyasar kalangan atasini akan selesai pembangunannya pada kuartal ketiga tahun 2020 dan akandilakukan serah terima pada kuartal keempat pada tahun 2020. Sehingga, parapemilik unit The Padmayana dapat segera menempati unit dan menikmatifasilitas-fasilitas yang ada di apartemen yang mereka miliki,” ujar Elvira.

Momentum tahun ini, sambungnya, diharapkan jugadapat mendukung peningkatan penjualan unit yang diminati calon pembeli. Pertimbangannya,cukup banyaknya calon pembeli yang mengharapkanunit ready The Padmayana untukdigunakan sebagai tempat tinggal. Hal ini terkait keistimewaan proyek ThePadmayana, yang lebih banyak diminati olehend-user.

Elvira mengungkapkan bahwa The Padmayana berada dikawasan Heritage Kebayoran Baru yang juga merupakan kota taman pertama rancanganMoh. Soesilo, seorang arsitek Indonesia yang berkontribusi dalam perencanaankota dan arsitektur Indonesia.    

“The Padmayana tetap melestarikan sejarah darilokasi berdirinya The Padmayana. Oleh karena itu, PT Adhi Persada Propertimenggandeng AECOM untuk merangkum nilai-nilai dari Kebayoran Baru danmenuangkan kembali ke konsep pembangunan The Padmayana. Salah satunya adalahKebayoran Baru sebagai Kota Taman yang selanjutnya diterapkan pada KoefisienDaerah Hijau (KDH), dimana The Padmayana memiliki kawasan hijau yang tersebardalam bentukpassive garden di setiap unit,private garden untuk unit-unittertentu, dan taman terbuka yang dapat diakses oleh pemilik lantai tertentu,”ungkapnya.

Selain unggul dengan kawasan serba hijau, sambung Elvira, The Padmayana dari segi fasilitas juga menerapkan teknologi selangkahlebih maju, yakniFace Recognitionsebagai pengamanan mulai daridrop off area hingga aksesprivate lift, smart-home  system,warm-infinity pool, sky gym, danskycafe.

“The Padmayana juga berkomiten untuk memenuhipermintaan kehidupan privat yang diharapkan oleh kalangan menengah atas denganmenawarkan jumlah unit hanya 145 unit dengan 1 unit tower. Kelebihan lain dariThe Padmayana adalahview yang luarbiasa seperti pemandangan yang tidak terhalang gedung apapun sehingga membuatpembelinya akan merasakan lingkungan nan tenang,” imbuhnya.

***