Berita

post img post img post img post img post img

Apartemen Mahasiswa: Biaya Menjadi Investasi

07 May 2018 - Corporate

Jakarta, 7 Mei 2018  - Dalam beberapa tahun terakhir, muncul fenomena baru dalam hal hunian mahasiswa. Rumah kost yang selama ini melekat dengan mahasiswa, di beberapa kota kini berpindah ke apartemen. Dengan fasilitas yang dimiliki sebuah apartemen, sangat wajar bila mahasiswa mulai melirik apartemen sebagai tempat tinggal. Bagi orang tua mahasiswa, akan merasa lebih tenang bilaanak-anaknya tinggal di apartemen yang aman.

 

Pengamat properti  David Cornelis mengatakan, “Trend properti residensial yang menyasar kalangan mahasiswa menengah atas tumbuh positif, sebab pembangunan beberapa kampus baru masih banyak dilakukan. Adanya apartemen bagi mahasiswa memberikan kenyamanan bagi mahasiswa dan ketenangan bagi orang tua. Apartemen dekat kampus ini  menjanjikan, karena investasinya yang sangat prospektif, didukung tingginya permintaan yang tak lepas dari besarnya potensi jumlah mahasiswa”

 

PT Adhi Persada Properti, merupakan pengembang yang membidik pasar mahasiswa ini, dengan membangun apartemen untuk kalangan mahasiswa. Tercatat, ada beberapa kota yang sudah dibidik oleh anak usaha BUMN PT Adhi Karya (Persero) Tbk ini dalam membangun apartemen mahasiswa, yaitu Depok, Jatinangor, Surabaya, Malang dan Yogyakarta. Wilayah tersebut dinilai memiliki pasar yang tinggi. Puluhan perguruan tinggi, yang setiap tahunnya kedatangan ribuan mahasiswa, akan menjadi potensi pasar yang besar dalam hal hunian.

 

Wahyuni SutantriDirektur Pemasaran APP mengatakan,“Situasi pasar apartemen mahasiswa di Indonesia yang sangat besar inilah yang membuat kami mengembangkan lagi apartemen mahasiswa. Dengan brand Taman Melati, kami mengembangkan  apartemen mahasiswa di beberapa kawasan kampus terbaik, yaitu apartemen Taman Melati Margonda di Depok, Taman Melati Jatinangor di Sumedang, Taman Melati Surabaya MERR, Taman Melati Sinduadi Yogyakarta, serta Taman Melati Dinoyo Malang”

 

Depok, Jatinangor, Surabaya, Yogya dan Malang, memang identik dengan kehidupan mahasiswa. Depok misalnya, terdapat kampus terpadu Universitas Indonesia. Jatinangor, terdapat Universitas Pajajaran dan Institut Teknologi Bandung. Surabaya, terdapat Universitas Airlangga dan Institut Teknologi 10 Nopember. Sedangkan di Malang, terdapat Universitas Brawijaya. Yang paling banyak memiliki perguruan tinggi, tentu Yogyakarta, dimana di kota ini terdapat Universitas Gajah Mada, serta beberapa perguruan tinggi swasta besar lainnya. Dengan keberadaan perguruan tinggi ini, setiap tahunnya akan kedatangan ribuan mahasiswa, yang kesemuanya membutuhkan hunian.

 

David Cornelis menambahkan,“Mahasiswa zaman dulu identik dengan kos, rumah sewa dan asrama yang dekat atau dalam lingkungan kampus. Trend hunian mahasiswa generasi milenial zaman sekarang sudah tidak lagi ngekos, melainkan bergeser ke apartemen. Kehadiran apartemen di sekitar lingkungan perguruan tinggi kini semakin mewabah.

 

Dengan fenomena baru mahasiswa pindah ke apartemen ini, juga akan merubah pengelolaan keuangan dari orang tuanya. Kalau biasanya orang tua mengeluarkan biaya setiap bulan atau setiap tahun untuk kost anak-anaknya, dengan membeli dan tinggal di apartemen ini, pos pengeluarannya jadi berbeda, dari Biaya menjadi investasi.

 

David Cornelis menambahkan, “Bisnis apartemen mahasiswa masih berpotensi dan menjanjikan untuk disewakan dengan tingkat imbal hasil yang menarik. Selain harganya yang setiap tahun meningkat, seusai menyelesaikan studi sekitar 4 tahun, apartemen yang ditinggali nanti dapat disewakan kembali. Harga sewa apartemen studio saat ini dipasarkan di kisaran Rp. 5 Juta. Kenaikan harganya bisa mencapai 12% per tahun”

 

Happy MurdiantoVP of Sales APP mengatakan, “Investasi properti di proyek-proyek APP tentu sangat menarik. Dari beberapa proyek apartemen mahasiswa yang kami kembangkan, rata-rata kenaikan harganya mencapai 8% - 15% per tahun. Tentu ini akan menjadi pertimbangan bagi para orang tua mahasiswa, dengan bisa memindahkan pos pengeluarannya, dari biaya kost, menjadi investasi. Kalau biaya kost, uang akan hilang. Tapi kalau menempatkan anaknyadi apartemen mahasiswa, orang tua mahasiswa tidak lagi mengeluarkan biaya kost, karena uangnya menjadi investasi. Dengan cicilan pembayaran perbulannya setara dengan harga sewa rumah kost, orang tua akan diuntungkan, karena setelahanaknya lulus, apartemen yang dipakai anaknya bisa disewakan atau dijual”

 

PT Adhi Persada Properti, memiliki beberapa apartemen mahasiswa, yang terdiri dari 800 Unit di Taman Melati Margonda, 507 unit di Taman Melati Margonda, 939 unit di Grand Taman Melati Margonda 2,  758 unit di Taman Melati Jatinangor, 1.130 unit di Taman Melati MERR Surabaya dan 899 unit di Taman Melati Sinduadi Yogyakarta. Sedangkan yang sedang dalam proses persiapan pembangunan, sebanyak 728 Unit di Taman Melati Dinoyo Malang.

 

Wahyuni Sutantri menambahkan, “Bisnis pembangunan apartemen mahasiswa, telah memberikan kontribusi besar terhadap kinerja APP. Tahun 2017, proyek apartemen mahasiswa memberikan kontribusi sebesar 35% - 40% dari total pendapatan APP.”